Structural engineering atau rekayasa struktur adalah disiplin ilmu yang mempelajari perancangan dan analisis sistem bangunan agar dapat menahan beban gravitasi, gempa, angin, serta faktor lingkungan lainnya.Dalam industri konstruksi, disiplin ini menjadi dasar setiap proyek EPC dan desain infrastruktur karena memastikan stabilitas serta efisiensi penggunaan material.
Menghitung kapasitas beban struktur agar bangunan aman terhadap gaya vertikal dan lateral.Mengoptimalkan penggunaan baja, beton, atau komposit untuk efisiensi biaya dan kekuatan.Menentukan dimensi elemen struktur sesuai standar nasional dan internasional.Menjamin keselamatan pengguna bangunan melalui analisis beban dan deformasi.
Komponen utama dalam rekayasa struktur meliputi:- Elemen penopang (balok, kolom, slab).- Sistem sambungan (baut, las, atau angkur).- Analisis gaya internal (momen, geser, aksial).- Software analisis seperti ETABS, SAP2000, dan STAAD.Pro.Semua elemen ini berfungsi menjaga integritas struktur terhadap berbagai kondisi beban.
Penerapan structural engineering terdapat pada hampir seluruh proyek 22Lasers seperti:Main Office PT Semen Tonasa – PangkepSpinbath Viscose Building – Chemical Industry ProjectPada proyek tersebut, tim 22Lasers melakukan analisis struktur sesuai SNI 1727:2020 dan standar internasional.
SNI 1727:2020 – Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain.SNI 1729:2020 – Spesifikasi Bangunan Gedung Baja Struktural.AISC 360-16 – Specification for Structural Steel Buildings.ACI 318-19 – Building Code Requirements for Structural Concrete.
Desain StrukturStruktur BajaDetail Engineering Design (DED)Value Engineering
Badan Standardisasi Nasional – SNI 1729 & 1727.American Concrete Institute (ACI 318).American Institute of Steel Construction (AISC).
PT Dua Dua Laserindo
Jl Barito No 6A
Bunulrejo, Blimbing
Malang, Jawa Timur Indonesia 65124
Website & Digital Marketing by Crooud Agency.