Struktur pemikul beban berfungsi menahan gaya vertikal (berat sendiri dan beban hidup) serta gaya lateral (angin dan gempa).Prinsipnya memastikan distribusi beban dari atap hingga pondasi berlangsung efisien tanpa deformasi berlebih.
Menjadi elemen utama dalam stabilitas bangunan.Menentukan desain pondasi dan kekakuan keseluruhan.Mengurangi risiko kegagalan struktur melalui analisis beban dan kekuatan material.Digunakan pada konstruksi beton, baja, maupun dinding pasangan bata.
Komponen utama:- Kolom dan balok penopang.- Dinding pemikul beban.- Slab lantai.- Pondasi dangkal atau tiang pancang.Analisis beban dilakukan menggunakan software rekayasa struktur seperti ETABS atau SAP2000.
Load bearing structure digunakan di berbagai proyek sipil dan industri yang melibatkan struktur bertingkat, misalnya:Rumah Sakit Delta Surya – SidoarjoGedung 3 Lantai Triple X StudioMain Office PT Semen Tonasa
SNI 1727:2020 – Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan.SNI 2847:2019 – Perencanaan Struktur Beton.AISC 360-16 – Perencanaan Struktur Baja.Eurocode 1 – Actions on Structures.
Structural EngineeringStruktur BajaReinforced Concrete StructureSipil dan Desain Struktur
Badan Standardisasi Nasional – SNI 1727 & 2847.American Institute of Steel Construction (AISC).Eurocode 1 – EN 1991.
PT Dua Dua Laserindo
Jl Barito No 6A
Bunulrejo, Blimbing
Malang, Jawa Timur Indonesia 65124
Website & Digital Marketing by Crooud Agency.