Foundation System

Daftar isi

Definisi

Sistem pondasi memastikan beban dari kolom, dinding, dan elemen struktur lainnya tersalurkan ke tanah dengan tekanan yang masih dapat diterima.Pemilihan jenis pondasi dipengaruhi oleh daya dukung tanah, beban struktur, dan kondisi lingkungan proyek.Pondasi merupakan salah satu pekerjaan kritikal dalam layanan sipil dan desain struktur.

Fungsi dan Tujuan

Menjaga kestabilan bangunan terhadap penurunan (settlement).Mengikat struktur atas (superstructure) dengan tanah dasar.Mendistribusikan beban agar tidak melebihi kapasitas tanah.Mengantisipasi gaya lateral pada bangunan bertingkat.

Komponen

Komponen utama foundation system:- Pondasi dangkal (foot plat, sloof, raft).- Pondasi dalam (tiang pancang, bored pile).- Tie beam/pengikat antar pondasi.- Pile cap.Biasanya didahului dengan tes tanah (SPT/CPT) untuk menentukan kapasitas.

Penerapan di Proyek 22Lasers

Foundation system digunakan pada banyak proyek sipil dan bangunan komersial 22Lasers, seperti:Rumah Sakit Delta Surya – SidoarjoMain Office PT Semen Tonasa – PangkepGedung 3 Lantai Triple X StudioPekerjaan pondasi ini terhubung dengan layanan Sipil dan Desain Struktur.

Standar dan Regulasi Terkait

SNI 8460:2017 – Perencanaan Pondasi untuk Rumah dan Gedung.SNI 1726:2019 – Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung.ASTM D1586 – Standard Penetration Test.EN 1997-1 (Eurocode 7) – Geotechnical Design.

Istilah Terkait

Load Bearing StructureStructural EngineeringCivil EngineeringSipil dan Desain Struktur

Referensi dan Sumber Teknis

SNI 8460:2017.SNI 1726:2019.ASTM D1586.Laporan investigasi tanah proyek-proyek 22Lasers.