fbpx
Material Bangunan

5 Jenis Material yang Paling Cocok untuk Kegunaan Luar Ruang

By Maret 23, 2019 Agustus 7th, 2019 No Comments

Satu yang patut disayangkan dari para insinyur sipil dan arsitektur dunia adalah hilangnya formula beton Romawi dengan keruntuhannya pada 400M. Maka hilang pula formula yang membuat setiap struktur aquaduk, istana, atau koloseum mereka yang tahan cuaca dan bahkan tetap kuat hingga kini.

Jenis Material Untuk Luar Ruangan

Baru pada tukang batu dari Leeds (Inggris) bernama Joseph Aspdin menemukan kembarannya dalam bentuk semen Portland, salah satu komponen pembentuk beton dan katalis yang mempercepat munculnya era modern. Bicara tentang material tahan cuaca dan cocok untuk luar ruang memang tidak ada habisnya.

Baca juga: 6 Cara Mendesain Interior Dengan Budget Minimal

Bukan hanya beton, saat ini Anda bisa mendapat berbagai material outdoor untuk setiap keperluan dengan gampang. Berikut ini adalah lima di antaranya.

Aluminium

Pada 1825 Hans Christian Oersted memanaskan aluminium klorida dan potasium amalgam, jadilah logam aluminium. Sempat jadi logam mewah di pertengahan abad 19, saat ini aluminium hampir bisa Anda temukan di mana saja, dari wajan hingga menjadi material outdoor.

Aluminium
Aluminium

Sifatnya yang ringan, anti karat, awet, minim perawatan, serta murah menjadi latar belakangnya. Anda pun bisa membentuknya dengan mudah, bahkan mengukirnya dengan teknik laser cut, seperti pagar dari  22lasers.com dalam ilustrasi.

Plastik

Plastik termasuk material modern. Pembuatnya masih juga dari Inggris, Alexander Parkes, pada 1856. Dia menamakannya sebagai parkesine. Plastik juga sangat cocok dan durable untuk kegunaan luar ruang. Sifatnya ringan, murah, serta tahan cuaca. Perawatannya juga mudah.

Plastik
Plastik

Anda pun tidak perlu memberinya cat, karena umumnya telah tampil penuh warna. Plastik juga sangat luwes, hingga Anda bisa membentuknya sesuai selera, dari bentuk serat, papan, pipa, hingga bentuk-bentuk organik, seperti kursi outdoor yang mirip anyaman rotan ini.

Baca juga: 5 Partisi Ruangan Cantik dengan Material Terkini yang Unik

Baja

Pada abad 12, Sri Lanka pernah menjadi penghasil baja tradisional terbesar di dunia. Harganya mahal, karena pembuatannya sukar. Baru pada 1855 ada orang yang bisa membuat cara pembuatan baja murah, namanya Henri Bessemer (masih juga dari Inggris).

Baja
Baja

Bersama beton, kemudian beton membentuk peradaban modern. Sifatnya sangat kuat, lebih berat dari aluminium, namun lebih ringan dari besi tempa. Anda bisa mendapatkan baja biasa, ada pula baja tahan karat (stainless steel). Baja sangat versatil, Anda hampir bisa menggunakannya untuk keperluan eksterior apa pun, seperti kursi santai baja pada ilustrasi.

Kayu

Kayu juga bisa menjadi material untuk luar ruang. Ada berbagai jenis kayu yang terkenal tangguh tahan air, rayap, dan cuaca. Dari lokal sendiri Anda akan mendapati kayu jati, merbau, ulin, bengkirai, atau damar laut.

Kayu
Kayu

Dari luar negeri, Anda akan mendapat pilihan macam cedar, redwood, sipres, oak putih, atau, yang lagi populer, ipe dari Amerika Selatan.  Dengan atau tanpa dicat, kayu tetap terkesan bagus. Karena organik, kayu juga terkesan hangat dan menyatu dengan lingkungan.

Baca juga: 10 Desain Pagar Besi Minimalis Trendy 2019

Besi Tempa

Untuk membuat rumah Anda terkesan klasik, besi tempa harus ada. Apalagi jika dicat hitam, pasti suasana outdoor Anda semakin ganteng. Beda besi dengan baja adalah kandungan karbonnya. Jika besi memiliki kandungan karbon sedikit, baja banyak.

Besi Tempa
Besi Tempa

Besi juga lebih mudah dibentuk. Sebelum Abad Industri, besi tempa adalah logam utama untuk membuat berbagai perkakas rumah tangga, hingga pelapis pintu. Bobotnya lumayan, namun sangat awet dan tahan cuaca. Agar semakin tahan udara luar dan karat, Anda bisa memberinya lapisan anti karat.

Leave a Reply

WhatsApp chat