fbpx
Material Bangunan

Bermain-main dengan Material Bangunan

By September 18, 2017 Agustus 7th, 2019 No Comments

Tanah Liat

Tanah sebagai material bangunan memang bukan hal baru, karena batu bata yang biasa digunakan untuk bahan bangunan memang terbuat dari tanah. Namun, kali ini yang kita bicarakan adalah tanah liat yang dicampur dengan bahan lain seperti pasir, jerami, dan air menjadi adonan yang kemudian digunakan sebagai bahan tembok dan lantai rumah.

laser cutting rafisari

Prinsip kerjanya mirip seperti membuat tembikar, yakni membentuk adonan tanah liat menjadi rumah dengan bentuk tertentu untuk kemudian dikeringkan. Laiknya membuat tembikar, kita bisa membentuk rumah secara bebas dengan material tanah liat ini. Keunggulan lain dari bangunan dari adonan tanah liat adalah biaya yang murah, ramah lingkungan, mudah didapat, serta cenderung memberi hawa yang sejuk apabila berada di lokasi beriklim panas/tropis. Selain itu, teknik membangun rumah ini telah digunakan jauh sebelum manusia menemukan teknik membangun rumah modern seperti sekarang dan terbukti bertahan lama.

Panel Laser Cutting

Pemotongan laser atau laser cutting sekarang menjadi salah satu proses manufaktur yang paling banyak digunakan di dunia. Biasa ditemukan di industri seperti sektor kedirgantaraan, otomotif, elektronik, semikonduktor dan medis, jelas bahwa ia menawarkan sejumlah besar manfaat dan penggunaannya. Namun, selain aplikasi dalam industri karena kegunaannya, laser cutting kini semakin banyak digunakan dalam dunia kreatif dan desain, antara lain arsitektur dan desain interior.

Salah satu penggunaan yang paling umum untuk pemotongan laser adalah memotong logam. Pemotongan laser dapat digunakan pada sejumlah besar logam yang berbeda, termasuk baja, tungsten, nikel, kuningan dan aluminium. Terlepas dari industri atau pekerjaan yang dilakukan di industri itu, lebih dari kemungkinan logam akan berperan dalam beberapa hal.

laser cutting
jasa laser cutting interior

Penggunaan panel logam yang telah dipotong secara dekoratif menggunakan laser ini menjadikan material bangunan yang tidak hanya kuat dan tahan lama, namun juga berestetika tinggi karena kemampuannya yang dapat mengerjakan desain dengan tingkat kerumitan sangat tinggi dan sangat presisi. Anda pun dapat menentukan desainnya sendiri. Harganya yang terjangkau membuat panel laser cut ting pilihan yang baik apabila Anda menginginkan sentuhan modern namun masih ramah di kantong.

Barang daur ulang

Yang dimaksud dengan barang daur ulang dalam hal ini adalah barang bekas pakai yang dapat digunakan ulang menjadi material bangunan dan tidak melulu harus melalui proses pengubahan bentuk. Barang-barang daur ulang yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan antara lain botol bekas, tongkol dan bonggol jagung, ban bekas, juga bata plastik yang telah diolah terlebih dahulu alias recy-blocks.

Penggunaan botol sebagai bahan bangunan bermula sekitar tahun 1960-an ketika pemilik sebuah perusahaan minuman beralkohol melihat betapa banyaknya tumpukan sampah botol produk minumannya saat ia berlibur. Dari situ lah muncul ide untuk mendesain botol yang menyerupai bentuk balok bata.

Anda dapat bereksperimen dengan bahan lain baik karena alasan estetika maupun fungsi. Yang menjadi tantangan terbesar dalam membuat rumah dari bahan daur ulang adalah mencari bahan-bahan tersebut karena belum tentu tersedia dalam jumlah yang diinginkan.

Palet Kayu

Dua orang arsitek bernama Suzan Wines dan Azin Valy mencoba untuk mencari ide mengenai material bangunan yang ideal untuk tempat bernaung pengungsi di Kosovo. Mereka berencana untuk membuat sesuatu yang rendah biaya namun tetap layak ditinggali. Tadinya mereka berpikir untuk memanfaatkan botol dan ban bekas, namun dalam perjalanan pulang ke rumah, salah satu di antara mereka mendapatkan ide brilian setelah tersandung palet kayu yang tergeletak di jalan.

Siapa sangka, ternyata palet kayu atau skids dapat menjadi pilihan sebagai material bangunan yang tidak hanya terjangkau, namun juga unik, mudah dirakit, dan cukup kokoh. Untuk merakit rumah palet ini tidak memerlukan banyak tenaga dan keahlian yang tinggi karena sangat mudah. Bagaimana, Anda tertarik untuk membuat bangunan dengan material palet kayu ini?

Lego

Kalau Anda ingin desain rumah super nyentrik, menggunakan potongan balok lego sebagai material bangunan bisa jadi ide fantastis. Fiturnya yang khas dengan warnanya yang cerah nan menyegarkan mata bisa jadi daya tarik sendiri. Sebetulnya, belum ada bangunan terbuat dari lego yang sudah difungsikan, namun bukan berarti bangunan dari balok lego tidak dapat berfungsi.

Pembawa acara Top Gear James May sudah membuktikan bahwa membuat bangunan fungsional dari lego bukanlah hal yang mustahil. Sekitar tahun 2009, May membangun Lego House dengan kurang lebih 3,3 juta balok lego dalam berbagai bentuk dan warna. Sayangnya, rumah yang dirakit di perkebunan anggur di Kota Surrey, Inggris tersebut harus dimusnahkan karena perkebunan memasuki masa panen dan tidak ada pihak manapun yang berani “mengambil” rumah tersebut walaupun diberikan secara cuma-cuma karena biaya pindah rumah dan rakit ulangnya sangat mahal.

Shipping container

Ini dia material bahan bangunan yang beberapa tahun belakangan sedang naik daun digunakan. Shipping container atau yang lebih kita kenal sebagai kontainer kargo ini sebenarnya sudah ada sejak sekitar 50 tahun silam, namun kini semakin populer digunakan untuk material bangunan. Pada kontainer yang terstandar, bahan yang digunakan untuk membuat container adalah baja cor-ten (corrosion resistant) yang merupakan jenis baja tahan korosi sehingga mampu bertahan hingga waktu yang lama dan relatif aman bagi kesehatan jika digunakan sebagai material bangunan. Awalnya penggunaan kontainer kargo ini sifatnya hanya eksperimen terutama di kalangan arsitek bangunan urban, namun ternyata karena kepraktisannya serta sifatnya yang kuat, tahan lama, dan relatif murah, kini penggunaan kontainer kargo semakin lumrah.

Bambu

Bagi orang Indonesia, penggunaan bambu sebagai material bangunan dan furnitur mungkin sudah sangat lumrah dan menjadi bagian dari budaya kaum adat di berbagai wilayah Indonesia. Penggunaannya di Indonesia mulai dari kursi, balai atau gubuk kecil, hingga bangunan rumah secara keseluruhan mulai dari rangka hingga tembok. Biasanya, rumah bambu di sini berupa rumah panggung, walaupun tidak selalu demikian.

Namun ternyata dalam dunia arsitektur modern skala internasional, penggunaan bambu sebagai material bangunan tergolong masih jarang dan dianggap sangat unik. Bambu sebagai material bangunan memiliki banyak kelebihan, antara lain ramah lingkungan, tahan lama, kuat, fleksibel, juga murah. Selain itu, bambu juga tak terbatas ketersediaannya karena pohon bambu termasuk pohon yang cepat tumbuhnya.

Leave a Reply

WhatsApp chat